Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Australia Mengakui Prestasi dan Jasa Profesor Sangkot Marzuki

Arsip Siaran Media

26 Januari 2010

Australia Mengakui Prestasi dan Jasa Profesor Sangkot Marzuki

Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer hari ini menobatkan Profesor Sangkot Marzuki sebagai Anggota Kehormatan Order of Australia atas jasanya yang berkelanjutan kepada hubungan Australia-Indonesia melalui kolaborasi ilmiah dan dalam mempromosikan pendidikan tinggi Australia di Indonesia.

Di Australia, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan, Julia Gillard, memuji Profesor Marzuki atas prestasi ilmiahnya, dan mengatakan bahwa hal ini merupakan pengakuan yang pantas atas dedikasinya yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Australia dan Indonesia.

Profesor Marzuki sendiri menghabiskan lebih dari dua puluh tahun menjalani karier profesi akademik di Australia, di mana ia memperoleh gelar Ph.D. (Biokimia) di Monash University di Melbourne pada tahun 1975 dan, sebagai pengakuan atas Magnum Opus tentang penyakit manusia akibat cacat metabolisme energi, dianugerahi Doktor Tinggi (D. Sc) dari universitas yang sama pada 1998.
Saat ini menjabat sebagai Direktur dan unggulan biologi dan genetika molekuler di Institut Eijkman di Jakarta, Profesor Marzuki mengawasi para kandidat Ph.D. dalam karya eksperimental mereka sementara mereka terdaftar di Monash University atau universitas-universitas lain di Indonesia di mana ia menduduki Kursi Kehormatan atau pernah menjabat sebagai Profesor Tamu.
Sebagai Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Profesor Marzuki terus hadir di seminar-seminar di Australia, dengan kerjasama yang kuat dengan Australian Academy of Technological Sciences and Engineering dan Australian Academy of Sciences.
Duta Besar Farmer mengatakan Profesor Marzuki adalah seorang individu yang luar biasa dan saluran penting bagi hubungan antara masyarakat penelitian medis Australia dan Indonesia.
"Profesor Marzuki mempromosikan kemitraan dengan Australia dan merupakan penganjur vokal tentang manfaat dari kualifikasi pendidikan Australia – kami menghargai sumbangannya kepada hubungan bilateral," kata Farmer.

Dalam sistem kehormatan Australia, penunjukkan untuk Order of Australia merupakan penganugerahan penghargaan tertinggi untuk jasa dan prestasi yang luar biasa. Profesor Marzuki bergabung dengan warga Indonesia lainnya yang telah mendapat kehormatan termasuk Hartarto Sastrosoenarto (1992), Ali Alatas (1995), Frans Seda (1999), dan I Made Pastika (2003). Ia telah menerima kehormatan sipil tertinggi baik dari Australia maupun Indonesia di mana ia telah dianugerahi Bintang Mahaputra Utama pada tahun 2009.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Order of Australia, silakan kunjungi www.theorderofaustralia.asn.au atau www.itsanhonour.gov.au

Pertanyaan Media:
Jenny Dee, Counsellor (Public Affairs) tel. (021) 2550 5290 hp. 0811 187 3175