Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Mendorong Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi - Australia dan Indonesia

Siaran Media

2 Februari 2016

Australia memperluas upaya untuk mendorong pariwisata dua arah antara Australia dan Indonesia sebagai penggerak utama  pertumbuhan ekonomi bersama.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan Pemerintah Australia mengatakan bahwa pariwisata menggerakan ekonomi dan memberdayakan masyarakat.

“Pemerintah Indonesia telah mengakui bahwa potensi ekonomi mendorong industri pariwasata yang kuat dapat dicapai. Indonesia memiliki visi masa depan yang kuat, dengan pembangunan tempat-tempat yang mengagumkan menjadi taman-taman wisata baru kelas dunia.

“Pariwisata Australia bisa membantu Indonesia mewujudkan visi ini. Lebih dari satu juta warga Australia berkunjung ke Indonesia setiap tahun. dalam satu tahun wisatawan Australia memberi kontribusi sebesar 18 triliun rupiah (AUD$1.8 miliar) untuk perekonomian Indonesia,” jelas Dubes Grigson .

“Sementara Indonesia  berupaya untuk membangun industri pariwisata di luar Bali, mempermudah perjalanan bagi wisatawan adalah hal penting supaya berhasil. Indonesia telah mencatat peningkatan 19 persen wisatawan dari negara-negara  yang mendapat akses bebas visa pada 2015,” Dubes Grigson menambahkan.

Dorongan serupa untuk Australia akan memberi tambahan 214,421 wisatawan setiap tahun; menambah 3.4 triliun rupiah untuk ekonomi Indonesia.

“Seperempat dari wisatawan yang berkunjung ke Bali adalah warga Australia. Kami ingin melihat lebih banyak lagi warga Australia datang ke Indonesia dan menikmati matahari terbit di Gunung Bromo, mencicipi pedasnya kuliner Padang dan menyaksikan matahari terbenam di Borobudur,” kata Dubes Grigson dalam sambutannya pada acara pertemuan dengan perwakilan industri pariwisata Indonesia di Jakarta,Selasa petang. 

Diluar keuntungan ekonomi, pariwisata membangun tautan antar warga. Ini mematahkan stereotipe. Membuka dunia baru dan memperluas saling pengertian. 

Australia adalah  tujuan wisata nomor sepuluh paling popular untuk wisatawan Indonesia pada 2014 dengan total wisatawan 149,800, naik sebesar 7.6 persen dari 2013. Semakin banyak warga Indonesia yang bepergian ke Australia akan membantu memperbanyak rute-rute penerbangan yang sekarang ada, membawa keuntungan ekonomi untuk kedua negara.

Akses bebas visa sudah membuat perjalanan ke Indonesia lebih mudah dan akan menjadi faktor penarik yang besar bagi warga Australia dalam mempertimbangkan pilihan untuk berlibur. 

Investor Indonesia akan kehilangan peluang untuk mendapatkan bagian dalam proyek-proyek infrastruktur yang saat ini berlangsung di Australia. Di 2014 sendiri, investasi di industri pariwisata Australia bernilai sekitar 53.7 miliar dollar Australia.

“Lebih banyak warga Australia dan Indonesia saling mengenal negara-negara masing-masing, semakin mendalam hubungan kita. Industri pariwisata adalah bagian integral untuk kemakmuram kedua negara. Saat ini waktu kita untuk saling meraih, bekerjasama sebagai tetangga dan membentuk masa depan kita bersama”  

https://smartraveller.gov.au/      http://www.tourism.australia.com/


Pertanyaan media:
Public-affairs-jakt@dfat.gov.au 
08111873175

Klik di sini untuk pidato Duta Besar.