Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Kolaborasi Australia dan Indonesia di Industri Kreatif

The Hon Steven Ciobo MP
Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia

Siaran Media

3 Agustus 2016

Kolaborasi Australia dan Indonesia di Industri Kreatif

Dengan gembira saya mengumumkan, dalam kemitraan dengan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, kolaborasi kita untuk mendukung industri kreatif.

Kerja sama di industri kreatif merupakan salah satu hasil awal Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Fokus awal kolaborasi ini adalah antar industri desain fesyen dan perhiasan kita, yang sudah memberi sumbangsih besar pada ekonomi Australia dan Indonesia. Lebih dari 220.000 warga Australia berkarya di sektor yang terkait dengan fesyen; ini menambah A$12 milyar untuk ekonomi kami setiap tahunnya.

Dengan sekitar 22 juta konsumen kelas-atas, Indonesia merupakan pasar yang sedang muncul yang menghadirkan peluang baru kepada industri fesyen dan perhiasan Australia.

Langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan peluang-peluang perdagangan komersial dan budaya yang dihadirkan fesyen pada ekonomi kita. Dua puluh lima wirausahawan fesyen Indonesia telah menerima beasiswa untuk mengikuti program Kesiapan Bisnis Internasional selama dua minggu di Queensland, sementara para perancang busana mapan di kedua negara telah menerima dukungan untuk memamerkan karya mereka di even-even fesyen premier di Jakarta dan Melbourne. Salah satu dari perancang busana Indonesia yang sedang muncul, Toton, akan ambil bagian dalam kompetisi International Woolmark Prize di Paris pada awal 2017 – contoh kolaborasi antara produser primer Australia dengan perancang muda berbakat Indonesia. Kompetisi Woolmark Prize ini didirikan oleh Australia.

Kursus Singkat Australia Awards sedang dikembangkan untuk para perancang perhiasan Indonesia, yang menyasar kemitraan dengan organisasi-organisasi puncak dan para pelatih dari lembaga-lembaga vokasi dan perancang.

Dalam waktu 12 bulan mendatang, kedua negara kita akan memperluas kerja sama ini ke sektor-sektor kreatif lainnya yang diidentifikasi sebagai bidang-bidang pertumbuhan utama, termasuk teknologi digital, seni pertunjukan dan film.

Keberhasilan awal prakarsa-prakarsa ini merupakan pertanda dampak positif IA-CEPA pada hubungan Australia dengan Indonesia. Kesepakatan akhir akan dikembangkan dari hasil-hasil ini untuk memfasilitasi peluang-peluang perdagangan, investasi, pariwisata and kerja sama yang lebih besar antara kedua negara.

Peningkatan ekspor Australia, melalui perdagangan dengan berbagai negara seperti Indonesia, akan menciptakan lapangan kerja Australia dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Foto tersedia di https://www.flickr.com/photos/kedubesaustralia


Pertanyaan media:
Public-affairs-jakt@dfat.gov.au