Kedutaan Besar Australia
Indonesia

University of Tasmania Akan Membantu Meningkatkan Keterampilan Akademisi Keperawatan Indonesia

Kabar dari University of Tasmania, Australia

Siaran Media

Minggu, 4 September 2016

University of Tasmania Akan Membantu Meningkatkan Keterampilan Akademisi Keperawatan Indonesia

Perjanjian yang ditandatangani di Jakarta kemarin malam akan memberi peran kunci untuk University of Tasmania dalam meningkatkan keterampilan akademisi keperawatan dan kebidanan Indonesia.

Melalui program kerja sama baru Magister Keperawatan, mahasiswa/i Indonesia akan merampungkan program dua-tahun di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Tasmania. Gelombang pertama diharapkan untuk tiba di Tasmania tahun depan.

Kemarin sore Pjs Deputi Wakil Rektor (Internasional) Profesor Gary O'Donovan menandatangani perjanjian atas nama University of Tasmania, bersama dengan Profesor Dwikorita Karnawati, Rektor UGM, dan Presiden Direktur Eko Prasetyo dari Dukungan Indonesia untuk Pendidikan - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menteri untuk Pertumbuhan Negara Bagian Tasmania Matthew Groom menghadiri penandatanganan, yang diadakan di kantor LPDP Jakarta tersebut. LPDP akan menyediakan dana pemerintah Indonesia untuk siswa yang memenuhi syarat, dengan kelompok awal sekitar 20 siswa.

Pjs Wakil Rektor Profesor David Sadler mengatakan pendidikan memainkan peran kunci dalam memperkuat hubungan antara Tasmania dan Indonesia.

“Pada 2030, Indonesia diharapkan menjadi ekonomi teratas ketujuh di dunia – tetangga besar, dekat yang menoleh ke Tasmania untuk memenuhi sebagian kebutuhan pendidikannya,” tutur Profesor Sadler.

“Menyaksikan LPDP sebagai partner dalam perjanjian terakhir ini, dengan memberikan dana pemerintah untuk kelompok 20 mahasiswa/i setiap tahunnya menyoroti penghargaan tinggi Indonesia untuk University of Tasmania.

“Salah satu tantangan yang tetangga kami hadapi adalah meningkatkan keterampilan angkatan kerjanya. Guna melatih perawat dan bidan-bidan baru, Indonesia perlu untuk meningkatkan keterampilan sekitar enam hingga tujuh ribu akademisi ke tingkat Magister. University of Tasmania gembira memainkan peran dalam memenuhi tantangan ini, dan sangat senang memperdalam hubungannya dengan UGM.”

Profesor Sadler berujar manfaat-manfaat ekonomi untuk Tasmania dalam meningkatkan jumlah mahasiswa/i internasional adalah signifikan.

Program ini menyaksikan para mahasiswa/i memulai pendidikan Magister mereka di UGM di mana mereka akan mengikuti perkuliahan selama enam bulan sebelum melanjutkan pendidikan ke Tasmania selama 12 bulan. Enam bulan terakhir dari pendidikan dua-tahun ini akan diselesaikan di Indonesia.

Mahasiswa/i yang berhasil menyelesaikan pendidikan ini akan memperoleh gelar Magister dari masing-masing universitas dan berhak untuk mengikuti program S3 di University of Tasmania.


Informasi dikeluarkan oleh:
University of Tasmania, Kantor Komunikasi dan Media
Email:  [email protected]