Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Australia & Nusa Tenggara Barat: Membangun dan Merawat Infrastruktur

Siaran Media

19 Desember 2016 

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi menyampaikan penghargaannya atas dukungan Pemerintah Australia dalam upacara sebagai bagian dari peringatan Ulang Tahun ke-58 hari ini.

Pemerintahan Australia telah menyediakan hibah senilai 17,2 juta dollar Australia selama periode 2013-2016 bagi pemerintah provinsi NTB sebagai bagian dari keberhasilan pelaksanaan Proyek Perawatan Perbaikan Jalan Provinsi (Provincial Road Improvement Maintenance Project/PRIM).

Kesempatan itu ditandai dengan penyerahan sebuah truk, mesin aspal dan kompaktor – yang dibeli dengan dana hibah insentif Australia untuk PRIM NTB.

Kepala Bidang Ekonomi, Investasi dan Infrastruktur Kedutaan Besar Australia Steven Barraclough mengatakan pemerintah Australia berkomitmen untuk mendukung unit-unit pemerintah lokal di Indonesia untuk memperbaiki kapasitas mereka dalam membangun dan merawat infrastruktur. 

“Kami bangga menjadi bagian penting dari tim bersama ini, yang telah membuat perbaikan tak terbantahkan pada kondisi jalanan provinsi di seluruh NTB.  Pendekatan PRIM pada perbaikan jalan telah dirancang sedemikian rupa sehingga akhirnya dapat direplikasi ke seluruh unit pemerintah daerah, dan proyek pilot di NTB sudah terbukti berhasil sehingga pihak berwenang tingkat nasional sangat ingin melaksanakan di tempat lain secara lebih luas pada 2018, satu tahun lebih cepat dari jadwal –  keberhasilan yang besar dan prestasi, di NTB, yang kita bisa banggakan,” kata Barraclough.  

Pemerintah Australia telah menyediakan pendanaan sebesar 28 juta dollar Australia sebagai paduan antara hibah dan bantuan teknis untuk memperbaiki perawatan jalan dan memperkuat pengelolaan dari 2013 sampai 2016. Sekitar 11 juta dollar Australia sudah disiapkan untuk mendukung program PRIM pada 2017.

PRIM mengubah cara pemerintah setempat untuk mengelola fungsi perawatan jalan dengan memperbaiki pengetahuan akan kondisi jaringan melalui survei, perencanaan kerja dengan memanfaatkan perangkat lunak khusus untuk pemanfaatan jangka panjang, dan penerapan kerja perbaikan jalan di seluruh jaringan. Kerja dengan mutu tinggi mendapat insentif melalui mekanisme penggantian dana hibah dengan mengirimkan dana ke pemerintah setempat jika standar yang disyaratkan sudah terpenuhi dan terverifikasi secara independen.  

PRIM juga telah membawa pada keterlibatan dan kepentingan masyarakat yang lebih baik dalam pemantauan dan pelaporan persoalan jalan dan lalulintas ke pihak pemangku kepentingan terkait melalui Forum Lalulintas, Jalan dan Transportasi (Road Traffic and Transport Forum/RTTF). 

“Tidak cukup hanya membangun infrastruktur yang bagus. Kita juga harus memeliharanya” kata Barraclough.  “Dan untuk itu kami berkomitmen dengan mitra setempat di lapangan, seperti yang kita lakukan dengan NTB”.

Pada November 2015 Australia mengumumkan program infrastruktur baru untuk Indonesia senilai 300 juta dollar. Program ini yang diumumkan pada saat yang sama dengan peluncurkan kembali negosiasi dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA)  merupakan investasi Australia dalam kemitraan ekonomi.

 

Pertanyaan Media:  Public-affairs-JAKT@dfat.gov.au

Informasi lebih banyak mengenai PRIM di NTB, kunjungi http://fllaj.ntbprov.go.id/