Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Radio Script - Hubungan Pendidikan Australia-Indonesia

Transkrip program Radio Kookaburra:
Hubungan Pendidikan Australia-Indonesia

Pengantar: Mubarok, Kedutaan Besar Australia
Pembicara: Prof Dr Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional; Leith Doody, Komisioner Perdagangan dan Investasi Senior; Tim Harcourt, Penasihat Ekonomi Austrade

MUBAROK: Peluang untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri terbuka luas. Wakil Menteri Pendidikan RI mengatakan Australia adalah negara tujuan yang paling dekat dan telah banyak menjalin kerja sama pendidikan dengan Indonesia.

Pada 2010, tercatat sebanyak 18.000 pelajar Indonesia menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan di Australia, termasuk 740 warga Indonesia yang mengikuti program beasiswa dari pemerintah Australia.

Usai menghadiri Simposium Pendidikan Internasional Australia-Indonesia yang diselenggarakan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Profesor Dr Fasli Jalal menyampaikan harapannya agar Australia semakin meningkatkan pelayanannya kepada para pelajar Indonesia.

PROF DR FASLI JALAL: Kita ingin pertama agar pelayanan terhadap mereka itu semakin baik, visanya, kedatangan keluarga, kemudian sekolah anaknya, kalau bisa digratiskan, itu sudah secara bertahap dilakukan.

Yang kedua kita ingin juga agar Australia juga melihat untuk memberikan pengalaman study abroad [belajar di luar negeri] bagi mahasiswanya agar bisa juga bersekolah di Indonesia.

Dan yang terakhir, tentu kita beharap bahwa hubungan kedua belah negara melalui pendidikan ini betul-betul membangun peluang-peluang kerja sama ekonomi dan juga merapatkan hubungan hati ke hati (people-to-people bridge) antara Indonesia dan Australia.

MUBAROK: Sejumlah mahasiswa Australia saat ini juga belajar di Indonesia yang difasilitasi oleh konsorsium nirlaba yang terdiri dari 23 universitas di Australia.

Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) berdiri sejak 1994 untuk mengembangkan dan mengkoordinasi mahasiswa Australia dan mahasiswa asing di Australia yang ingin menyelesaikan program studi mereka di universitas mitra di Indonesia.

Hingga saat ini ACICIS bermitra dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Atma Jaya Jakarta, Institut Seni Indonesia Bantul, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Katolik Parahyangan Bandung dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Menurut Dr Fasli Jalal, kerja sama pendidikan adalah modal untuk membangun ekonomi dan ekonomi yang baik akan melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

PROF DR FASLI JALAL: Karena itu kita merasa berkepentingan agar kedua negara ini saling memahami tentang peluang kerja sama di bidang pendidikan.

MUBAROK: Simposium Pendidikan Internasional Australia-Indonesia memberikan kesempatan kepada lembaga-lembaga Australia dan Indonesia untuk menjajagi peluang untuk menggalang kerjasama.

Leith Doody adalah Komisioner Perdagangan dan Investasi Senior Kawasan, Komisi Perdagangan Australia (Austrade) di Jakarta.

LEITH DOODY: The whole idea was to come together, share ideas as we’ve been ….

TERJEMAHAN: Pada pokoknya adalah untuk berkumpul bersama, berbagi gagasan sebagaimana yang telah kita simak pagi ini, dan untuk melihat di mana kita dapat menemukan cara untuk berkembang bersama di ruang ini, khususnya pengembangan keterampilan, peningkatan pendidikan, pengembangan kesempatan riset serta pembangunan di antara kedua negara kita.

MUBAROK: Menurut Leith Doody, Australia tetap menjadi pilihan utama pelajar yang ingin menuntut ilmu di luar negeri karena sejumlah hal, termasuk kualifikasi yang diakui secara internasional, kedekatannya dengan Indonesia, dan lingkungan multikulturalnya.

Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Tim Harcourt, seorang peneliti ekonomi di Universitas Sydney, Australia, dan juga Penasihat Ekonomi Austrade.

TIM HARCOURT: When I was in university eleven out of fifteen of my classmates ….

TERJEMAHAN: Ketika saya masih kuliah, sebelas dari lima belas teman sekelas saya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Jadi ini merupakan kesempatan baik bagi pelajar Indonesia untuk belajar ke Australia karena di sana tersedia fasilitas, mereka berada di antara teman-teman yang berasal dari negara asalnya, dari kawasannya, dan bagi Australia, kami bisa menikmati makanan mie yang enak.

MUBAROK: Setiap tahun Pemerintah Australia menyediakan lebih dari 300 beasiswa pasca sarjana bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Australia.

Informasi tentang beasiswa Australia dapat dilihat di situs web www.australiaawards.gov.au. Dan informasi tentang pendidikan di Australia dapat di lihat di www.studyinaustralia.gov.au.

[Kookaburra tune]

Terima kasih kepada anda yang telah menjawab quiz SMS periode lalu tentang judul lagu berikut [lagu]. Jawaban yang benar adalah Waltzing Matilda dan pemenangnya adalah NELLY dari Palembang, JOYCE IMMANUEL HARTANTO dari Surabaya dan HAZAIRIN dari Palembang

Pertanyaan quiz untuk periode ini adalah sebagai berikut: Kapan warga Australia merayakan Pekan Kebudayaan Penduduk Asli Australia. Apakah setiap Juli atau Agustus?

Jawaban dikirim melalui SMS ke 08 111 492 452 dengan format: Jawaban, Nama, Usia, Stasiun Radio, Pekerjaan dan Alamat anda. Jangan lupa mencantumkan alamat lengkap anda.

Jawaban ditunggu hingga 31 Agustus 2011 dan akan diundi. Pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Kedutaan Besar Australia.

Juli 2011
RS110734