Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Kemitraan Indonesia-Australia Mencapai Tonggak Prestasi Baru

The Hon. Barnarby Joyce MP
Wakil Perdana Menteri
Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air

The Hon. Thomas Lembong
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

Siaran Media Bersama

19 Oktober 2016

Kemitraan Indonesia-Australia Mencapai Tonggak Prestasi Baru

  • 300 sapi dikirim ke lokasi mitra pertama sebagai bagian dari Program Pembiakan Sapi Komersial Indonesia-Australia.
  • Sejumlah 2000 sapi indukan dan 100 sapi pejantan akan dikirim.
  • Tiga ratus sapi Australia telah tiba di lokasi mitra pertama di Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari Program Pembiakan Sapi Komersial Indonesia–Australia (IACCB), program unggulan Kemitraan Keamanan Pangan Indonesia–Australia di Sektor Daging Merah dan Peternakan Sapi.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia, Barnaby Joyce, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Y.M. Thomas Lembong, berujar prakarsa ini akan membantu pengembangan industri peternakan sapi Indonesia, meningkatkan peluang investasi dan mendongkrak perdagangan kedua bangsa.

“Kita bekerja sama untuk mengembangkan industri daging merah dan peternakan sapi Australia-Indonesia yang lebih bersaing, efisien dan berkelanjutan sebagai bagian dari rantai pasokan komersial yang bersaing secara global,” tutur Menteri Joyce.

“Seiring dengan permintaan akan daging sapi di Indonesia yang terus meningkat, proyek ini merupakan satu lagi contoh komitmen Australia untuk bekerja sama dengan industri Indonesia untuk meningkatkan produktivitas melalui alih keterampilan dan kepakaran dalam pembiakan sapi.”

“Hal ini akan menghasilkan peluang investasi yang kuat dan membuka pasar baru untuk sapi indukan Australia.”

Kepala BKPM Lembong berujar program ini akan menjadi percontohan untuk aneka model pembiakan sapi skala komersial dengan mitra swasta dan secara komersial difokuskan pada kelompok-kelompok koperasi peternak kecil untuk melakukan penilaian secara ekonomis model-model pembiakan ternak skala lebih besar yang laik dan berkelanjutan.

“Kemitraan ini akan membantu pengembangan industri pertanian berkelanjutan yang tengah berlangsung di Indonesia dan makin memperkukuh hubungan perdagangan dan investasi kita yang sudah kuat ini dengan Australia,” tutur Lembong.

Sebagai bagian dari proyek ini, Australia akan memasok 2000 sapi indukan dan 100 pejantan ke lokasi-lokasi mitra terpilih.

Selain sapi, tim program akan memberikan dukungan luas tentang pengembangan padang penggembalaan, manajemen bisnis, peternakan sapi, dan sistem pengawasan serta evaluasi untuk memperoleh dan memajukan model pembiakan yang laik secara komersial untuk Indonesia.

Kerja sama dalam sektor daging merah dan peternakan sapi merupakan salah satu hasil awal perundingan perdagangan bilateral untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia, IA-CEPA.

Informasi lebih lanjut tersedia di www.iaccbp.org.


FAKTA SINGKAT

  • Kemitraan Keamanan Pangan Indonesia–Australia di Sektor Daging Merah dan Peternakan Sapi merupakan bagian dari paket bantuan Pemerintah Australia sebesar A$60 juta untuk memupuk kemitraan yang lebih dalam antara industri daging di Australia dan Indonesia.
  • IACCB merupakan prakarsa unggulan Kemitraan tersebut; proyek senilai A$9 juta ini akan berlangsung pada 2016–18 yang bertujuan untuk mendukung komersialisasi pembiakan sapi di Indonesia. IACCB dimulai pada Februari 2016.
  • Perdagangan pertanian dua-arah dengan Indonesia senilai hampir A$4 miliar pada 2015.
  • Komsumsi total daging sapi di Indonesia meningkat sekitar 4% setiap tahunnya.
  • Indonesia berada di jalur untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.


Pertanyaan Media:
Public-affairs-jkt@dfat.gov.au
021 2550 5290