Transkrip program Radio Kookaburra:
Pembangunan Jalan di Indonesia Timur
Pengantar: Mubarok, Kedutaan Besar Australia
Pembicara: Sigit Pratignyo, Manajer Infrastruktur AusAID Jakarta
MUBAROK: Jalan adalah infrastruktur penting untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Indonesia dan Australia kini telah menjalin kemitraan baru dalam Proyek Peningkatan Jalan Nasional di wilayah Indonesia Timur.
Diawali dengan peluncuran pembangunan jalan bypass Tohpati-Kusamba di Bali awal Mei 2009 oleh Menteri Pekerjaan Umum RI, Djoko Kirmanto, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dan Sekretaris Parlemen Australia untuk Bantuan Pembangunan Internasional, Bob McMullan, proyek ini diharapkan akan dapat membantu meningkatkan perekonomian dan mengentaskan kemiskinan di wilayah itu.
Menurut Manajer Program bidang Infrastruktur AusAID, Sigit Pratignyo, ini adalah proyek peningkatan jalan-jalan di Kawasan Indonesia Timur yang akan dijadikan jalan nasional yang bermutu tinggi dengan lebar jalan yang semula 3 atau 4 meter menjadi minimal 6 meter.
SIGIT PRATIGNYO: Tujuan utamanya adalah dengan meng-upgrade jalan-jalan ini menjadi jalan yang bagus kualitasnya, kemudian untuk mendorong lalu lintas itu menjadi lebih baik.
Kalau lalu lintas itu lebih baik, kemudian biaya operasi kendaraan berkurang, waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya itu lebih cepat, kemudian untuk mengangkut bahan-bahan yang untuk dipasarkan atau dari pasar ke daerah itu menjadi cepat.
Dengan demikian pertumbuhan ekonomi di daerah bisa didorong dan akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat, sehingga bisa disimpulkan bahwa kita itu membantu upaya pemerintah untuk usaha pengentasan kemiskinan.
MUBAROK: Selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah itu, proyek peningkatan 24 ruas jalan ini juga akan menyerap ribuan tenaga kerja selama pelaksanaan proyek di provinsi-provinsi terkait.
SIGIT PRATIGNYO: Lokasi jalannya itu ada di sembilan provinsi: Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tengara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
Total jalan yang akan dibangun ini panjangnya mencapai 504 km. Kemudian total jembatan yang diperbaiki ada 1300 meter jembatan.
MUBAROK: Proyek ini didanai melalui pinjaman lunak dari Australia sebesar A$300 juta dan hibah senilai A$28 juta untuk rancang bangun bermutu tinggi guna meningkatkan mutu bangunan.
SIGIT PRATIGNYO: Pinjaman ini sangat-sangat ringan, boleh dikatakan pinjaman tanpa bunga dan untuk dikembalikannya dalam waktu 30 tahun. Jadi tidak bersifat pinjaman komersial atau apa, tetapi lebih bersifat membantu saja.
Uang $300 juta ini untuk pekerjaan-pekerjaan sipil seperti pembangunan jalannya sendiri, kemudian penyediaan bahan-bahan untuk jembatan berikut pembangunan jembatannya sekalian.
Sementara uang yang $28 juta bantuan teknis, ini untuk pengadaan rancang bangun jalan-jalan dan jembatan itu juga termasuk nanti juga ada peningkatan kapasitas di dalam pemeliharaannya, kemudian kita juga melakukan monitoring dan evaluasi.
MUBAROK: Menurut pak Sigit, bantuan teknis dalam bentuk hibah ini sangat penting untuk membangun infrastuktur yang bermutu tinggi.
SIGIT PRATIGNYO: Salah satu kelemahan pembangunan jalan-jalan di Indonesia adalah rancang bangun yang kurang sempurna.
Kita membiayai rancang bangun itu dibuat sedemikian bagus sehingga jalan yang dibangun nanti kondisinya akan sangat bagus, kemudian tahan lama sehingga biaya pemeliharaannya jadi sangat murah.
Nah rancang bangun ini akan dijadikan model rancang bangun pembangunan jalan-jalan di tempat lain oleh Bina Marga. Itu salah satu sumbangan yang lebih kepada jangka panjangnya.
MUBAROK: Proyek ini merupakan bagian dari Kemitraan Australia Indonesia dalam kerjasama pembangunan.
Indonesia adalah penerima bantuan pembangunan terbesar Australia. Untuk tahun anggaran 2009-10, Australia mengalokasikan bantuan pembangunan sebesar AUD $452,5 juta untuk Indonesia.
Bantuan Australia dititikberatkan pada prioritas yang diidentifikasi oleh Pemerintah Indonesia dan daerah yang memerlukan dukungan, termasuk pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan perubahan iklim.
[Kookaburra tune]
Terima kasih kepada anda yang telah menjawab quiz SMS periode Mei 2009. Jawaban yang benar adalah Canberra, C-A-N-B-E-R-R-A, dan pemenangnya adalah Ririn Sugiamik dari Jawa Timur, Khairunnisa (Medan), Rahmatia (Padang) M Daennuri (Tuban) dan Tobok Panggabean dari Sumatera Utara.
Pertanyaan quiz untuk periode Juni 2009 adalah sebagai berikut: Siapakah nama Perdana Menteri Australia sekarang?
Jawaban dikirim melalui SMS ke 08 111 492 452 dengan format: Jawaban, Nama, Usia, Pekerjaan dan Alamat anda.
Jawaban ditunggu hingga 26 Juni 2009 dan akan diundi. Pemenang akan mendapatkan bingkisan dari Kedutaan Besar Australia.
Mei 2009
