Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Buku Baru Menyoroti Kemitraan Akademik Australia-Indonesia

Siaran Media

29 Agustus 2018

Sebuah buku baru yang menampilkan karya beberapa akademisi Islam Indonesia yang sedang berkembang diluncurkan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta hari ini. Mozaik Kajian Islam di Indonesia adalah kumpulan artikel oleh peserta program Partnership in Islamic Education Scholarships (PIES) yang didukung oleh pemerintah Australia.

Di bawah program PIES, peserta terpilih dari lembaga pendidikan tinggi Islam menjalani masa pendidikan doktor mereka selama satu tahun di Australian National University (ANU) di Canberra untuk mengembangkan keterampilan penelitian dan jaringan mereka dengan akademisi Australia.

“Publikasi ini mencerminkan keberhasilan program PIES,” kata Wakil Duta Besar Australia, Allaster Cox. “Setiap bab menyajikan wawasan menarik tentang berbagai aspek Islam di Indonesia.”

Enam dosen Universitas Islam Indonesia yang artikelnya ditampilkan dalam buku ini adalah:

  • Syahbudi Rahim dari IAIN Pontianak
  • Nova Effendy Muhammad dari IAIN Sultan Amai, Gorontalo
  • Muzaiyanah dari UIN Sunan Ampel, Surabaya
  • Saparudin dari UIN Mataram, Lombok
  • Arhanuddin Salim dari IAIN Manado
  • Iksan Kamil Sahri dari STAI Al-Fithrah Surabaya

Pertama kali dijalankan pada tahun 2008, program PIES didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dan dikelola oleh ANU, dalam kemitraan bersama Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) di Kementerian Agama (Kemenag).

Salinan buku Mozaik Kajian Islam di Indonesia tersedia dengan mengirimkan permintaan melalui pd.indonesia@dfat.gov.au.

Pertanyaan media:
public-affairs-jakt@dfat.gov.au