Kedutaan Besar Australia
Indonesia

Pernyataan untuk Kunjungan ke Myanmar

Senator Marise Payne
Menteri Luar Negeri Australia

Siaran Media

14 Desember 2018

Pernyataan untuk Kunjungan ke Myanmar

Minggu ini saya mengunjungi Myanmar untuk membicarakan tantangan-tantangan pembangunan, transisi ekonomi dan kemanusiaan serta keamanan bersama dengan para menteri, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mitra kemanusiaan dan masyarakat madani dan untuk melihat secara langsung dampak kemanusiaan yang memprihatinkan dari situasi di Negara Bagian Rakhine.

Saya mengunjungi kamp pengungsian Baw Du Pha di pusat Negara Bagian Rakhine di mana saya bertemu dengan pihak berwenang setempat dan mitra-mitra kemanusiaan serta melihat bagaimana bantuan Australia membantu mereka yang membutuhkan. PBB memperkirakan lebih dari 1,8 juta orang di Myanmar dan Bangladesh membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk lebih dari 1,4 juta masyarakat Rohingya.

Australia menyediakan makanan penyelamat jiwa, air dan tempat berlindung serta layanan perawatan kesehatan. Termasuk juga membantu anak-anak meneruskan pendidikan dan membantu menjaga para perempuan dan anak-anak perempuan dari kekerasan dan praktik perdagangan manusia. Australia akan mempertahankan komitmennya untuk menyediakan bantuan kemanusiaan, ditujukan secara khusus untuk perempuan, anak-anak dan orang-orang dengan disabilitas, serta memeriksa lebih jauh opsi-opsi dukungan kemanusiaan lain.

Selama pertemuan di Yangon dan Nay Pyi Taw, termasuk dengan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, Penasihat Keamanan Nasional dan Menteri untuk Hubungan Investasi dan Ekonomi Luar Negeri Thaung Tun, Menteri Kerja Sama Internasional Kyaw Tin, dan Menteri untuk Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali Dr Win Myat Aye, dan Ketua Komisi Penyelidikan Myanmar, mantan Duta Besar Filipina untuk PBB Rosario Manalo, kami membicarakan upaya-upaya Myanmar yang sedang berlangsung untuk menanggapi krisis.

Saya menyampaikan pentingnya mengijinkan badan-badan PBB akses yang terus menerus ke wilayah-wilayah terdampak dan kebutuhan penting untuk memberikan masyarakat yang mengungsi kebebasan bergerak dan akses penuh untuk pendidikan, pelayanan kesehatan serta pekerjaan. Saya menekankan pentingnya menerapkan rekomendasi dari Komisi Penasihat untuk Rakhine yang dahulu dipimpin oleh Kofi Annan sebagai kerangka kerja untuk solusi jangka panjang terhadap krisis tersebut, dan menawarkan dukungan kemanusiaan Australia.

Krisis Rohingya adalah tantangan regional yang kompleks dan merupakan krisis kemanusiaan terbesar di kawasan kita. Bersama dengan upaya-upaya kemanusiaan kami, Australia akan terus melanjutkan bekerja dengan Myanmar dan mitra kami di kawasan, termasuk melalui ASEAN, untuk mendorong dengan kuat upaya-upaya menuju perdamaian dan rekonsiliasi di seluruh Myanmar.

Di Myanmar saya juga bertemu dengan perwakilan media untuk membicarakan sektor media di Myanmar yang sedang berkembang serta peran sebuah kebebasan pers dalam transisi Myanmar menuju demokrasi. Kami juga membicarakan situasi jurnalis Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo yang dipenjara.

Setelah 50 tahun dalam kekuasaan militer, Myanmar adalah demokrasi yang sedang berkembang di kawasan kita, yang menyelenggarakan pemilihan umum demokratis yang pertama dua tahun silam. Australia juga mendukung akses untuk pendidikan di seluruh Myanmar, pembangunan tata kelola ekonomi dan kapasitas legislatif serta upaya menuju proses perdamaian.


Kontak Media:
public-affairs-jakt@dfat.gov.au