#1 Bagaimana Rina menjadi korban penipuan visa
Latar belakang
Rina bermimpi mengunjungi Australia untuk berlibur. Ia melihat iklan dalam sosial media yang menjanjikan “garansi mendapatkan visa kunjungan Australia” melalui seseorang yang mengaku sebagai agen migrasi. Rina mengirim pesan kepada agen tersebut, yang membalas dengan mengatakan bahwa mereka memiliki “koneksi khusus” dan dapat mempercepat Rina untuk mendapatkan visa dengan biaya tertentu
Apa yang terjadi?
Rina mengirimkan data paspor lengkap dan uang sejumlah 30 juta Rupiah (sekitar AUD $3,000) kepada agen tersebut, yang meyakinkannya bahwa visa akan selesai dalam dua minggu., Rina tidak pernah mendengar kabar dari agen tersebut lagi., Rina kemudian mengetahui bahwa permohonan visa tersebut tidak pernah diajukan oleh agen tersebut, dan informasi pribadinya beresiko disalahgunakan untuk pencurian identitas.
Tanda-tanda peringatan yang diabaikan oleh Rina
Agen tersebut:
- Meminta pembayaran tunai dalam jumlah besar di muka
- Menjamin persetujuan visa dan layanan jalur cepat
- Hanya berkomunikasi melalui aplikasi pesan tanpa kantor resmi atau email
Cara menghindari kesalahan Rina:
- Jangan pernah mempercayai adanya jaminan persetujuan visa atau koneksi khusus
- Temukan informasi visa secara resmi dari laman Departemen Dalam Negeri Australia
- Gunakan agen migrasi terdaftar di Australia untuk mendapatkan saran visa - temukan salah satunya di laman Portal Layanan Mandiri Kantor Otoritas Registrasi Agen Migrasi disini.
Jika kedengarannya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan hal ini adalah sebuah penipuan. Lindungi uang dan identitas pribadi Anda dengan menggunakan jalur resmi untuk informasi terkait visa Australia.
#2 Kesalahan fatal Ardi dalam mengajukan visa Bekerja dan Berlibur
Latar belakang
Ardi menginginkan pengalaman tinggal di Australia melalui program Bekerja dan Berlibur. Saat mencari secara online, ia menemukan sebuah laman yang mengklaim sebagai ‘mitra resmi’ dari Pemerintah Australia. Situs tersebut menjanjikan jaminan visa Bekerja dan Berlibur (WHM), serta penempatan kerja dengan biaya tertentu, dan menyertakan beberapa ‘kisah sukses’ para pemohon visa lainnya yang telah berhasil mendapatkan visa WHM ke Australia.
Apa yang terjadi
Ardi mengirim pesan ke nomor WhatsApp disitus tersebut dan mengirim uang sejumlah 45 juta Rupiah (sekitar AUD $4,500) ke rekening bank menggunakan layanan transfer mata uang internasional untuk visa dan pekerjaan yang ‘pasti’. Ardi memberikan nomor paspor, data diri dan bahkan mengirimkan salinan rekening korannya. Setelah melakukan pembayaran, Ardi tidak pernah mendapatkan informasi tentang visa atau tawaran pekerjaan di Australia yang telah dijanjikan sebelumnya. Data pribadinyapun juga terekspos, sehingga ia berisiko mengalami penipuan identitas.
Tanda-tanda peringatan yang diabaikan oleh Ardi
Agen tersebut
- Menjanjikan kepastian visa dan tawaran pekerjaan di Australia
- Meminta pembayaran melalui transfer uang internasional ke rekening pribadi
- Hanya berkomunikasi lewat WhatsApp, tanpa melalui email ataupun kantor resmi
Cara menghindari kesalahan Ardi:
- Temukan informasi resmi tentang visa WHM di laman Departemen Dalam Negeri Australia disini
- Visa WHM tidak pernah menyertakan tawaran pekerjaan yang pasti – berhati-hatilah kepada siapapun yang menjanjikan hal ini
- Gunakan agen migrasi terdaftar di Australia untuk mendapatkan saran visa - temukan salah satunya di laman Portal Layanan Mandiri Kantor Otoritas Registrasi Agen Migrasi disini.
- Jika agen tersebut telah membayar biaya permohonan visa Anda, mintalah mereka untuk mengirimkan tanda terima melalui email serta surat pengakuan yang tertera dalam ImmiAccount Anda untuk membuktikan bahwa pengajuan Anda sah
Tidak ada jalan pintas atau jaminan pekerjaan dalam pengajuan program Bekerja dan Berlibur. Selalu gunakan jalur resmi untuk informasi terkait visa Australia.
Melaporkan penipuan visa
Jika Anda menduka seseorang melakukan penipuan terkait visa Australia, laporkan ke Laporan Online Border Watch Australia untuk Australia.
Informasi lebih lanjut
Pelajari lebih lanjut tentang cara menghindari penipuan visa.
